Feyenoord Hentikan Langkah AC Milan ke 16 Besar Liga Champions 2024/2025, Usai Unggul Agregat 1-2
Olahraga

Feyenoord Hentikan Langkah AC Milan ke 16 Besar Liga Champions 2024/2025, Usai Unggul Agregat 1-2

cnnindonesi.com – Liga Champions 2024/2025 kembali menghadirkan kejutan besar! AC Milan, salah satu klub raksasa Eropa, harus tersingkir lebih awal setelah kalah agregat 1-2 dari Feyenoord dalam laga dramatis di San Siro. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Rossoneri, yang gagal melangkah ke babak 16 besar setelah pertarungan sengit melawan wakil Belanda tersebut.

Pertandingan Leg Pertama: Feyenoord Tampil Solid di Kandang

Pada leg pertama yang berlangsung di Stadion De Kuip, Feyenoord tampil penuh percaya diri di hadapan pendukungnya sendiri. Tim asuhan Pascal Bosschaart menunjukkan permainan menyerang yang efektif dan mampu membuat pertahanan AC Milan kewalahan.

Gol kemenangan Feyenoord dalam laga tersebut dicetak oleh I. Paixão pada menit ke-3. Striker berbakat ini memanfaatkan umpan matang dari Quinten Timber dan berhasil menaklukkan Mike Maignan dengan sepakan kerasnya. AC Milan berusaha menyamakan kedudukan, tetapi kokohnya lini pertahanan Feyenoord membuat mereka sulit menembus pertahanan tim tuan rumah.

Kekalahan 1-0 di leg pertama menjadi tugas berat bagi AC Milan yang harus menang di San Siro jika ingin melangkah ke babak 16 besar.

Pertandingan Leg Kedua: San Siro Jadi Saksi Gugurnya Milan

Pertandingan Leg Kedua: San Siro Jadi Saksi Gugurnya Milan
Pertandingan Leg Kedua: San Siro Jadi Saksi Gugurnya Milan

Pada leg kedua yang berlangsung di San Siro, AC Milan tampil lebih agresif dengan misi membalikkan keadaan. Sérgio Conceição menurunkan skuad terbaiknya dengan , Rafael Leão, dan Christian Pulisic sebagai tumpuan di lini depan.

Milan mengawali pertandingan mpocash dengan baik dan berhasil unggul lebih dulu lewat gol dari pada detik ke-41. Pemain asal Argentina itu memanfaatkan umpan terobosan dari

dan berhasil menaklukkan kiper Feyenoord, .

Namun, keunggulan Milan tidak bertahan lama. Pada menit ke-73, Feyenoord berhasil menyamakan kedudukan melalui gol spektakuler Julian Carranza. Penyerang Feyenoord tersebut melepaskan sundulan keras berkat umpan matang dari Hugo Bueno yang mampu menghujam gawang Maignan tanpa bisa diantisipasi.

AC Milan terus menekan hingga akhir pertandingan, tetapi lini pertahanan Feyenoord yang solid mampu menggagalkan setiap serangan tuan rumah. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi, dan Feyenoord unggul agregat 1-2, memastikan langkah mereka ke babak 16 besar.

Faktor Penyebab Kegagalan AC Milan

Faktor Penyebab Kegagalan AC Milan
Faktor Penyebab Kegagalan AC Milan

1. Kurang Efektif dalam Penyelesaian Akhir

Milan sebenarnya memiliki banyak peluang dalam dua leg pertandingan, tetapi buruknya penyelesaian akhir membuat mereka gagal mencetak gol lebih banyak. Beberapa peluang emas dari dan Leão terbuang sia-sia, sehingga Milan harus membayar mahal kegagalan mereka.

2. Feyenoord Bermain Disiplin

Feyenoord menunjukkan permainan yang sangat disiplin, terutama dalam bertahan. Pascal Bosschaart menerapkan strategi bertahan yang rapi, dengan pressing ketat yang membuat Milan kesulitan dalam membangun serangan.

3. Kurangnya Kreativitas di Lini Tengah

Absennya beberapa pemain kunci di lini tengah AC Milan seperti membuat kreativitas serangan mereka berkurang. yang diharapkan bisa menjadi motor serangan tidak mampu mengontrol permainan dengan baik.

4. Taktik Pioli yang Terlalu Monoton

Sérgio Conceição mendapat banyak kritik setelah pertandingan ini. Taktik yang diterapkannya dianggap terlalu mudah dibaca oleh Feyenoord. Kurangnya variasi dalam serangan membuat Milan kesulitan menembus pertahanan tim tamu.

Dampak Kekalahan bagi AC Milan

Kegagalan melangkah ke babak 16 besar Liga Champions tentu memberikan dampak besar bagi AC Milan, baik dari segi finansial maupun moral pemain.

  1. Kerugian Finansial
    Gagal melangkah lebih jauh di Liga Champions berarti Milan kehilangan potensi pendapatan besar dari UEFA. Bonus dan hak siar yang seharusnya mereka dapatkan jika lolos ke babak berikutnya kini harus sirna.
  2. Tekanan bagi Stefano Pioli
    Kegagalan ini semakin memperbesar tekanan bagi Sérgio Conceição. Beberapa pihak mulai meragukan kemampuannya dalam membawa AC Milan bersaing di level tertinggi. Tidak menutup kemungkinan Milan akan mencari pelatih baru jika performa tim terus menurun.
  3. Fokus ke Kompetisi Domestik
    Dengan tersingkirnya dari Liga Champions, Milan kini harus mengalihkan fokus ke Serie A dan Coppa Italia. Mereka harus memastikan posisi di empat besar Serie A agar bisa kembali ke Liga Champions musim depan.

Feyenoord Melangkah ke Babak 16 Besar

Feyenoord Melangkah ke Babak 16 Besar
Feyenoord Melangkah ke Babak 16 Besar

Di sisi lain, keberhasilan Feyenoord menyingkirkan AC Milan menjadi prestasi besar bagi mereka. Tim asal Belanda ini kini akan bersiap menghadapi tantangan yang lebih besar di babak 16 besar.

Dengan skuad yang solid dan strategi yang efektif, Feyenoord bisa menjadi kejutan di Liga Champions musim ini. Feynoord akan menunggu hasil undian drawing Liga Champions babak selanjutnya.

Kesimpulan

Feyenoord sukses menghentikan langkah AC Milan ke babak 16 besar Liga Champions 2024/2025 dengan agregat 1-2. Kemenangan ini menunjukkan bahwa tim asuhan Arne Slot memiliki kualitas untuk bersaing di level Eropa. Sementara bagi Milan, kegagalan ini menjadi pukulan telak yang harus segera mereka evaluasi.

Kini, Milan harus mengalihkan fokus mereka ke kompetisi domestik agar bisa kembali ke jalur kemenangan. Sementara Feyenoord akan melanjutkan perjalanan mereka di Liga Champions dengan harapan melangkah lebih jauh lagi.

Apakah Feyenoord bisa menjadi tim kuda hitam di Liga Champions musim ini? Kita tunggu saja kejutan berikutnya!